Tampilkan postingan dengan label TUGAS BAHASA INDONESIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TUGAS BAHASA INDONESIA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Januari 2014

Bahasa Indonesia : Paragraf

Pengertian Paragraf 

Alinea / Paragraf adalah unit terkecil sebuah karangan yang terdiri dari kalimat pokok atau gagasan utama dan kalimat penjelas atau gagasan penjelas.
Syarat Pembentukan Paragraf

  • Kesatuan (Unity)
Kesatuan (unity) adalah bahwa paragraf tersebut harus memperlihatkan dengan jelas suatu maksud atau sebuah tema tertentu. Kesatuan atau unity bukan berarti satu atau singkat kalimatnya, melainkan kalimat-kalimat yang ada dalam paragraf tersebut menyatu untuk mendukung pikiran utama sehinggga merupakan satu kesatuan yang utuh.
  • Kepaduan (Koherensi)
Kepaduan atau koherensi yang baik itu terjadi apabila hubungan timbal balik antara kalimat- kalimat yang membina paragraf tersebut, baik, wajar dan mudah dipahami tanpa adanya kesulitan. Kepaduan bergantung dari penyusunan detil-detil dan gagasan-gagasan sekian macam sehingga pembaca dapat melihat dengan mudah hubungan antar bagian-bagian tersebut.
  • Kejelasan
Suatu paragraf dikatakan lengkap, apabila kalimat topik ditunjang oleh sejumlah kalimat penjelas.

Macam-Macam Paragraf

1. Menurut fungsinya
  • Paragraf Pembuka 
Paragraf pembuka yaitu paragraf yang bertujuan untuk mengutarakan suatu aspek pokok pikiran dalam paragraf. Oleh sebab itu, sifat dari paragraf harus menariks minta dan pembaca, serta sanggup menyiapkan pikiran pembaca kepada apa yang sedang diuraikan.
  • Paragraf Penghubung
Paragraf penghubung adalah semua paragraf yang terdapat di antara paragraf pembuka dan paragraf penutup. Paragraf penghubung berisi inti persoalan yang akan dikemukakan pada paragraf. Dalam karangan-karangan yang bersifat deskriptif, naratif dan eksposisis, paragraf-paragraf tersebut harus disusun berdasarkan suatu perkembangan yang logis.
  • Paragraf Penutup
Paragraf penutup yaitu paragraf yang berisi tentang kesimpulan dalam suatu karangan. Paragraf ini mengandung kesimpulan pendapat dari apa yang telah diuraikan dalam paragraf-paragraf penghubung.

2. Menurut posisi topik kalimat
  • Paragraf Deduktif
Paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya berada diawal. Kemudian diikuti dengan kalimat penjelas yang berfungsi untuk menjelaskan kalimat utama. Paragraf deduktif biasanya dikembangkan dengan metode berpikir deduktif, dari yang umum ke yang khusus.
  • Paragraf Induktif
Paragraf induktif adalah paragraf yang kalimat utamanya berada diakhir paragraf. Paragraf induktif biasanya dikembangkan dengan metode berpikir induktif , dari yang khusus kemudian ke hal yang umum.
  • Paragraf Deduktif – Induktif
Paragraf deduktif-induktif atau dikenal dengan paragraf campuran atau gabungan merupakan paragraf yang kalimat utamanya berada pada bagian awal dan akhir paragraf. Pada paragraf ini kalimat terakhir berisi pengulangan dan penegasan berada pada kalimat pertama. Pengulangan bertujuan untuk lebih mempertegas ide pokok.
  • Paragraf Tersebar
Paragraf tersebar merupakan paragraf yang tidak mempunyai kalimat utama. Bentuk ini biasa digunakan dalam karangan yang berbentuk narasi atau deskripsi.

 3. Menurut isi
  •   Paragraf Argumentasi
Argumentasi adalah paragraf yang mengemukakakn suatu pendapat beserta alasannya. Alasan tersebut bertujuan agar penulis dapat mempengaruhi pembaca agar mereka menyetujui pendapat, sikap, atau keyakinan.
  •   Paragraf  Narasi
Paragraf narasi adalah paragraf yang menceritakan suatu kejadian atau peristiwa. Dalam paragraf narasi terdapat tiga unsure utama yaitu tokoh, kejadian dan latar tempat atau waktu.
  •  Paragraf Deskripsi
Paragraf yang menggambarkan suatu objek sehinggga pembaca seakan bisa melihat, mendengar atau merasa objek yang digambarkan itu. Pola pengembangan paragraf deskripsi antara lain, meliputi pola sudut pandang dan pola pengembangan spasial.

  •  Paragraf Persuasi
Paragraf persuasi adalah paragraf yang mengajak, mebujuk atau mempengaruhi pembaca agar melakukan sesuatu.
  • Paragraf Eksposisi 
Paragraf Eksposisi adalah paragraf yang menginformasikan suatu teori, teknik, kita atau petunjuk sehingga orang yang membacanya akan bertambah wawasannya.
Contoh :
Kota Bandung adalah salah satu ibu kota propinsi dari sekian banyak propinsi di Indonesia, yaitu propinsi Jawa Barat. Sebagai ibu kota Propinsi, Kota Bandung juga sangat dikenal sebagai kota Asia Afrika, yaitu kota tempat berlangsungnya Konferensi Asia Afrika. Selain itu, kota Bandung pun memiliki banyak julukan, diantaranya sebagai Paris van Java.


 4. Menurut Metode Pengembangan Paragraf
  •  Pengembangan Paragraf Klimaks dan Antiklimaks
Pengembangan paragraf klimaks berarti menyusun alinea dari gagasan bawahan yang paling rendah kedudukannya kemudian berangsur-angsur ke gagasan lain sampai pada gagasan yang tertinggi kedudukannya atau kepentingannya.
Pengembangan paragraf antiklimaks yaitu pengembangan paragraf kebalikan dari pengembangan klimaks.
  • Pengembangan Paragraf Sudut Pandang
Urutan waktu : Paragraf yang dikembangkan berdasarkan kronologis waktunya.
Urutan ruang : Paragraf yang dikembangkan dari ruang yang terdekat kemudian secara berurutan digambarkan ruang di depan, di samping, di belakang dan seterusnya.
  • Pengembangan Paragraf Perbandingan dan Pertentangan
Paragraf ini bisa dikembangkan dengan cara membandingkan atau mempertentangkan dua hal. Yang dibandingkan adalah dua hal yang sama tingkatnya dan kedua hal itu memang mempunyai persamaan dan perbedaan.
  • Pengembangan Paragraf Analogi
Paragraf dikembangkan dengan membandingkan dua hal yang memiliki persamaan bentuknya atau fungsinya.
  • Pengembangan Paragraf Contoh
Pengembangan paragraf dengan memberikan contoh agar sesuatu hal yang terlalu umum bisa dijelaskan secara konkret.
  • Pengembangan Paragraf Proses
Pengembangan paragraf dengan metode proses bila dilakukan dengan cara menyusun secara teratur suatu proses kerja.
  • Pengembangan Paragraf Sebab-Akibat
Pengembangan paragraf dengan menggunakan sebab-akibat, bisa dilakukan dengan menetapkan sebab sebagai gagasan utama, sedangkan akibat sebagai perincian pengembangannya.
  • Pengembangan Paragraf Umum-Khusus
Pengembangan dari umum-khusus akan menghasilkan alinea deduktif, sebaliknya pengembangan dari khusus ke umum akan menghasilkan alinea induktif.
  • Pengembangan Paragraf Klasifikasi
Pengembangan dengan cara klasifikasi dilakukan dengan mengelompokkan suatu pokok permasalahan, dilanjutkan dengan merinci detail lagi bagian dari kelompok tersebut. 
  • Pengembangan Paragraf Definisi Luas
Pengembangan definisi luas ialah pengarang bermaksud memberikan keterangan atau arti terhadap sebuah istilah atau hal.



Sumber :
Paragraf. Dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Paragraf diakses tanggal 15 Januari 2014.
Rahardi, Kunjana. 2010. Teknik-teknik Pengembangan Paragraf Karya Tulis Ilmiah. Graha Media.

Selasa, 12 November 2013

Kalimat Majemuk dan Pola Kalimat dalam Bahasa Indonesia

I. Kalimat Majemuk Setara
Kalimat Majemuk Setara adalah kalimat majemuk yang terdiri atas beberapa kalimat yang setara (sederajat) kedudukannya dan merupakan penggabungan dari 2 kalimat atau lebih dengan menggunakan kata hubung.
Contoh kalimat majemuk setara :

Selasa, 22 Oktober 2013

Bahasa : Fungsi Bahasa

Pada artikel ini, penuIis ingin membahas fungsi bahasa dan pengaplikasiannya dalam kehidupan 
sehari-hari. Artikel ini adalah kelanjutan dari artikel sebelumnya, yang membahas tentang bahasa.

 I. Arti Peribahasa " Bahasa Lebih Tajam Dari Sebilah Pedang "

Dari kata-kata yang disebut dalam peribahasa tersebut, kita bisa mengetahui bahwa fungsi bahasa tidaklah selalu indah.  Makna konotasi 'sebilah pedang' dari peribahasa tersebut dapat dianalogikan sebagai sesuatu yang sangat tajam bahkan bisa menimbulkan ketidak tentraman.Dengan demikian, dari peribahasa itu dapat diketahui bahwa bahasa bisa menimbulkan ketidak tentraman dalam kehidupan, jika tidak digunakan dengan semestinya. 
Maka dari kita sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang diberi alat indra pengucap, harus menggunakan sebaik mungkin. Agar terciptanya kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.

Untuk yang beragama Islam bisa menyimak firman Allah, semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin

Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًايُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenengan yang besar” [Al-Ahzab : 70-71]

II. Contoh Penggunaan Bahasa dalam Keseharian

Bahasa merupakan salah satu cara kita untuk berkomunikasi dengan individu lain. Dengan bahasa kita bisa menyelesaikan masalah, bahkan kita bisa membuat masalah. Contohnya adalah banyaknya pertengkaran antar pelajar yang disebabkan oleh salah paham, atas perkataan yang dikatakan oleh satu pihak. Bahkan dari salah persepsi tersebut mengakibatkan permusuhan yang berkepanjangan, dan menyebabkan nyawa hilang sia-sia.

Tanpa disadari banyak sekali contoh pengguaan bahasa yang membuat hal baik, menjadi tidak baik,. Dalam hal lain bahasa berperan sebagai kontrol sosial, dimana bahasa berperan untuk mengatasi masalah di masyarakat. Contohnya Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo yang dikenal dekat dengan rakyatnya. Dalam mencairkan permasalahan di Ibukota, Jokowi selalu menjalin komunikasi dengan pihak masyarakat. Bahkan beliau, mengajak tokoh masyarakat terkait untuk makan malam bersama sekaligus untuk membicarakan masalah yang terjadi. Dari langkahnya tersebut Joko widodo berhasil mengatasi masalah yang terjadi masyarakat.

III. Kelebihan dan Kelemahan bila Kita Mempelajari Bahasa Indonesia

Sebagai bahasa nasional, kita harus mempelajari bahasa Indonesia. Menurut penulis ada beberapa kelebihan dan kelemahan  bila kita mempelajari bahasa Indonesia.
Kelebihan :
1. Kita bisa melestarikan, dan mensosialisasikan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
2. Membantu kita dalam membuat surat-surat penting, dengan menggunakan pilihan kata yang tepat dan sebagainya.
3. Membantu kita untuk menjalin komunikasi dengan Individu lain, agar lebih bisa dimengerti oleh orang lain.
4. Membuat kita memahami cara penggunaan kata yang tepat untuk menyampaikan kepada golongan orang yang berbeda latar belakang.

Kelemahan :
1. Banyak masyarakat yang menggunakan bahasa 'gaul' ( keseharian ), yang bertolak belakang dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
2. Banyak masyarakat yang kurang sadar dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
3. Bahasa Indonesia sulit dipelajari oleh orang asing.
4. Kalah populernya bahasa Indonesia di mayoritas masyarakat dunia.

Sekian untuk pembahasan mengenai fungsi bahasa pada artikel ini, semoga kita bisa melestarikan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Segala kesalahan adalah tanggung jawab penulis, dan kebenaran datangnya dari Allah SWT.

Minggu, 06 Oktober 2013

MEMPELAJARI BAHASA

I. Pengertian Bahasa

Menurut Gorys Keraf (1997 : 1), bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.[1]

Secara sederhana, bahasa dapat diartikan sebagai alat untuk menyampaikan sesuatu yang terlintas di dalam hati. Namun, lebih jauh bahasa bahasa adalah alat untuk beriteraksi atau alat untuk berkomunikasi, dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau perasaan. Dalam studi sosiolinguistik, bahasa diartikan sebagai sebuah sistem lambang, berupa bunyi, bersifat arbitrer, produktif, dinamis, beragam dan manusiawi.

Bahasa adalah sebuah sistem, artinya, bahasa dibentuk oleh sejumlah komponen yang berpola secara tetap dan dapat dikaidahkan. Sistem bahasa berupa lambang-lambang bunyi, setiap lambang bahasa melambangkan sesuatu yang disebut makna atau konsep. Karena setiap lambang bunyi itu memiliki atau menyatakan suatu konsep atau makna, maka dapat disimpulkan bahwa setiap suatu ujaran bahasa memiliki makna. Contoh lambang bahasa yang berbunyi “nasi” melambangkan konsep atau makna ‘sesuatu yang biasa dimakan orang sebagai makanan pokok’. [2]

II. Aspek Bahasa

Telah disebutkan di atas bahwa bahasa adalah sebuah sistem berupa bunyi, bersifat abitrer, produktif, dinamis, beragam dan manusiawi. Dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa bahasa dapat diketahui dari aspek arbitrer, produktif, dinamis, beragam, dan manusiawi.

1. Aspek Arbitre

Bahasa bersifat abritrer artinya hubungan antara lambang dengan yang dilambangkan tidak bersifat wajib, bisa berubah dan tidak dapat dijelaskan mengapa lambang tersebut mengonsepi makna tertentu. Secara kongkret, alasan “kuda” melambangkan ‘sejenis binatang berkaki empat yang bisa dikendarai’ adalah tidak bisa dijelaskan.

2.  Aspek Produktif

Bahasa bersifat produktif artinya, dengan sejumlah besar unsur yang terbatas, namun dapat dibuat satuan-satuan ujaran yang hampir tidak terbatas. Misalnya, menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia susunan WJS. Purwadarminta bahasa Indonesia hanya mempunyai kurang lebih 23.000 kosa kata, tetapi dengan 23.000 buah kata tersebut dapat dibuat jutaan kalimat yang tidak terbatas.

3. Aspek Dinamis

Bahasa bersifat dinamis berarti bahwa bahasa itu tidak lepas dari berbagai kemungkinan perubahan sewaktu-waktu dapat terjadi. Perubahan itu dapat terjadi pada tataran apa saja: fonologis, morfologis, sintaksis, semantic dan leksikon. Pada setiap waktu mungkin saja terdapat kosakata baru yang muncul, tetapi juga ada kosakata lama yang tenggelam, tidak digunakan lagi.

4. Aspek Beragam

Meskipun bahasa mempunyai kaidah atau pola tertentu yang sama, namun karena bahasa itu digunakan oleh penutur yang heterogen yang mempunyai latar belakang sosial dan kebiasaan yang berbeda, maka bahasa itu menjadi beragam, baik dalam tataran fonologis, morfologis, sintaksis maupun pada tataran leksikon. Bahasa Jawa yang digunakan di Surabaya berbeda dengan yang digunakan di Yogyakarta. Begitu juga bahasa Arab yang digunakan di Mesir berbeda dengan yang digunakan di Arab Saudi.

5. Aspek Manusiawi

Bahasa sebagai alat komunikasi verbal, hanya dimiliki manusia. Hewan tidak mempunyai bahasa. Yang dimiliki hewan sebagai alat komunikasi, yang berupa bunyi atau gerak isyarat, tidak bersifat produktif dan dinamis. Manusia dalam menguasai bahasa bukanlah secara instingtif atau naluriah, tetapi dengan cara belajar. Hewan tidak mampu untuk mempelajari bahasa manusia, oleh karena itu dikatakan bahwa bahasa itu bersifat manusiawi. [2]

III. Fungsi Bahasa

1. Bahasa sebagai alat ekspresi diri,
2. Bahasa sebagai alat komunikasi ,
3. Bahasa sebagai alat Integrasi dan adaptasi sosial,
4. Bahasa sebagai alat kontrol sosial (Gorys Keraf,1997:4). [1]

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
[1] Wahyu Tri, Bahasa Indonesia (Jakarta: Gunadarma, 2006)
[2] Abdul Chaer dan Leonie Agustina, Sosiolinguistik Perkenalan Awal (Jakarta: Rineka Cipta, 2010)