Tampilkan postingan dengan label DUNIA ISLAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DUNIA ISLAM. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 April 2014

:: Abu Hurairah (wafat 57 H) ::




Abu Hurairah adalah sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadist Nabi Shallallahu alaihi wassalam , ia meriwayatkan hadist sebanyak 5.374 hadist.
Abu Hurairah memeluk Islam pada tahun 7 H, tahun terjadinya perang Khibar, Rasulullah sendirilah yang memberi julukan “Abu Hurairah”, ketika beliau sedang melihatnya membawa seekor kucing kecil. Julukan dari Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam itu semata karena kecintaan beliau kepadanya.
Allah Subhanahu wa ta’ala mengabulkan doa Rasulullah agar Abu Hurairah dianugrahi hapalan yang kuat. Ia memang paling banyak hapalannya diantara para sahabat lainnya.
Pada masa Umar bin Khaththab menjadi Khalifah, Abu Hurairah menjadi pegawai di Bahrain, karena banyak meriwayatkan hadist Umar bin Khaththab pernah menetangnya dan ketika Abu Hurairah meriwayatkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wassalam :” Barangsiapa berdusta mengatasnamakanku dengan sengaja, hendaklah ia menyediakan pantatnya untuk dijilat api neraka”. Kalau begitu kata Umar, engkau boleh pergi dan menceritakan hadist.
Syu’bah bin al-Hajjaj memperhatikan bahwa Abu Hurairah meriwayatkan dari Ka’ab al-Akhbar dan meriwayatkan pula dari Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam, tetapi ia tidak membedakan antara dua riwayatnya tersebut. Syu’bah pun menuduhnya melakukan tadlis, tetapi Bisyr bin Sa’id menolak ucapan Syu’bah tentang Abu Hurairah. Dan dengan tegas berkata: Bertakwalah kepada allah dan berhati hati terhadap hadist. Demi Allah, aku telah melihat kita sering duduk di majelis Abu Hurairah. Ia menceritakan hadist Rasulullah dan menceritakan pula kepada kita riwayat dari Ka’ab al-Akhbar. Kemudian dia berdiri, lalu aku mendengan dari sebagian orang yang ada bersama kita mempertukarkan hadist Rasulullah dengan riwayat dari Ka’ab. Dan yang dari Ka’ab menjadi dari Rasulullah.”. Jadi tadlis itu tidak bersumber dari Abu Hurairah sendiri, melainkan dari orang yang meriwayatkan darinya.
Cukupkanlah kiranya kita mendengar kan dari Imam Syafi’I :” Abu Hurairah adalah orang yang paling hapal diantara periwayat hadist dimasanya”.
Marwan bin al-Hakam pernah mengundang Abu Hurairah untuk menulis riwayat darinya, lalu ia bertanya tentang apa yang ditulisnya, lalu Abu Hurairah menjawab :” Tidak lebih dan tidak kurang dan susunannya urut”.
Abu Hurairah meriwayatkan hadist dari /abu Bakar, Umar, Utsman, Ubai bin Ka’ab, Utsman bin Za’id, Aisyah dan sahabat lainnya. Sedangkan jumlah orang yang meriwayatkan darinya melebihi 800 orang, terdiri dari para sahabat dan tabi’in. diantara lain dari sahabat yang diriwayatkan adalah Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar, Jabir bin Abdullah, dan Anas bin Malik, sedangkan dari kalangan tabi’in antara lain Sa’id bin al-Musayyab, Ibnu Sirin, Ikrimah, Atha’, Mujahid dan Asy-Sya’bi.
Sanad paling shahih yang berpangkal daripadanya adalah Ibnu Shihab az-Zuhr, dari Sa’id bin al-Musayyab, darinya (Abu Hurairah).
Adapun yang paling Dlaif adalah as-Sari bin Sulaiman, dari Dawud bin Yazid al-Audi dari bapaknya (Yazid al-Audi) dari Abu Hurairah.
Abu hurairah wafat pada tahun 57 H di Aqiq.

Disalin dari Biografi Abu Hurairah dalam Al-Ishabah Ibn Hajar Asqalani No. 1179, Tahdzib al ‘asma: An-Nawawi 2/270

:: Abu Salamah bin Abdurrahman bin Auf ::



”Engkau telah meninggalkan dua orang laki-laki dari kaummu yang sepengetahuanku tidak ada tidak ada yang lebih tahu tentang hadis daripada keduanya: Urwah dan Abu Salamah.”…-Ibrahim bin Qarizh-
Abu Salamah adalah putera Abdurrahman bin Auf, seorang sahabat Rasulullah yang kaya. Nasabnya secara lengkap adalah Abu Salamah bin Abdurrahman bin Auf bin Abdi Auf bin Abdi bin Harits bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab al-Quraisy az-Zuhri al-Hafizh. Imam adz-Dzahabi dalam Siyar A’lamin Nubala’nya menempatkannya pada tingkatan kedua dalam jajaran era Tabi’in. Dia merupakan ulama madinah. Ada yang mengatakan nama aslinya adalah Abdullah atau Ismail. Dia dilahirkan pada sekitar tahun 20-an Hijriyah. Ia hanya meriwayatkan sedikit hadis dari ayahnya. Karena sang ayah terlebih dahulu meninggal dunia. Saat itu, Abu Salamah masih kecil.
Namun demikian, ia sempat meriwayatkan hadis dari beberapa sahabat Rasulullah SAW, antara lain dari Usamah bin Zaid, Abdullah bin Salam, Abu Ayyub, Aisyah, Ummu Salamah, Ummu Sulaim, Abu Hurairah, dan beberapa sahabat yang lain.

Menurut Umar bin Abdul Aziz, Abu Salamah adalah penuntut ilmu yang faqih dan mujtahid yang memiliki kemampuan berhujjah. Beberapa ulama meriwayatkan dari Abu Salamah antara lain anaknya Umar bin Abu Salamah, keponakannya Sa’ad bin Ibrahim, Abdul Majid bin Suhail, Arak bin Malik, asy-Sya’bi, Sa’id al-Maqbari, Amr bin Dinar, az-Zuhri, Salamah bin Khalil, dan lainnya.
Ibnu Sa’ad dalam Thabaqatnya menyebutkan, Abu Salamah termasuk orang yang Tsiqah dan Faqih. Abu Zur’ah menyebutnya sebagai seorang imam yang tsiqah. Imam Malik berkata,” Diantara kami ada yang dikenal sebagai ahli ilmu. Nama atau kunyah salah seorang diantaranya adalah Abu Salamah.
Muhammad bin Abdullah bin Abi Ya’kub adh-Dhibby berkata,”Abu Salamah pernah datang ke Bashrah di kediaman Bisyr bin Marwan. Abu Salamah merupakan seorang laki-laki yang ceria. Wajahnya seperti mata uang dinar.

Az-Zuhri berkata,”Ada empat orang Quraisy yang kutemui seperti laut (kiasan banyaknya ilmu mereka). Yaitu Urwah, Ibnu al-Musayyab, Abu Salamah dan Ubaidillah bin Abdullah. Namun Abu Salamah sering berbeda pendapat dengan Ibnu Abbas. Dengan demikian, ia terhalang untuk mendapatkan ilmu yang banyak dari Ibnu Abbas.

Ibnu Syihab az-Zuhri berkata,”aku datang ke mesir untuk bertemu Abdul Aziz, gubernur daerah itu. Aku berbicara tentang Said bin al-Musayyab. Ibrahim bin Qarizh berkata,”aku tidak mendengar berbicara kecuali tentang Said bin al-Musayyib? Ibnu Syihab menjawab,”Ya.” Ibrahim mengatakan,”Engkau telah meninggalkan dua orang laki-laki dari kaummu yang sepengetahuanku tidak ada tidak ada yang lebih tahu tentang hadis daripada keduanya: Urwah dan Abu Salamah.” . Az-Zuhri kembali mengatakan,” Ketika aku kembali ke madinah akau mendapatkan Urwah laksana laut yang tak dikotori oleh sesuatu.’”
Semasa hidupnya Abu Salamah biasa mengunjungi berbagai kota. Selain Mesir dan Bashrah, ia juga pernah ke kuffah. Dipaparkan asy-Sya’bi, “Ketika ke kuffah, ia berjalan diantaraku dan seorang pria. Lalu ia ditanya tentang orang yang paling berilmu. Ia diam sejenak, lalu menjawab,”seorang pria diantara kalian berdua.”

Diantara Hadis yang diriwayatkan oleh Abu Salamah adalah hadis dari Abu Hurairah yang berbunyi:
“Janganlah memperkuat (tekad) untuk melakukan perjalanan kecuali pada tiga masjid: Masjidku ini (Masjid Nabawi), Masjidil Haram (di Makkah) dan Masjidil Aqsha (di Yerusalem).”
Hadis lain yang bersumber dari Abu Salamah dari jalur Qatadah bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Melihat itu dari Allah dan bermimpi itu dari Syetan. Ketika salah satu dari kalian bermimpi buruk, hendaklah ia meludah ke kiri sebanyak tiga kali dan berta’awudz (berlindunglah) pada Allah dari keburukannya. Maka hal itu tak akan membahayakannya.”
Sejarawan Khalifah bin Khayyath mengatakan,”Marwan bin Hakam meninggalkan Madinah pada 48 Hijriyah. Lalu madinah dipimpin oleh Sa’id bin Ash. Dan Abu Salamah bin Abdurrahman diminta sebagai hakim.”
Abu Salamah tetap menjabat sebgai Qadhi Madinah hingga Sa’id tidak lagi menjabat gubernur kota itu pada tahun 54 Hijriyah.
Abu Sa’ad berkata,”Abu Salamah meninggal dunia di Madinah pada tahun 94 Hijriyah pada masa pemerintahan al-Walid dalam usia 72 tahun. Ada juga yang menyebutkan bahwa ia wafat pada tahun 104 Hijriyah

Sumber :
Buku 101 Kisah Tabi’in
Siyar A’lam Nubala
Masyahir Ulama’ al-Amshar